Samsung Galaxy Tab A9 Plus Bikin Laptop Nganggur Layak Beli di 2026
Ekspektasi saya terhadap tablet terjangkau sering kali berada di tingkat yang cukup rendah, namun Samsung Galaxy Tab A9 Plus berhasil membalikkan pandangan tersebut. Perangkat ini hadir sebagai opsi yang sangat solid di segmen menengah bawah tanpa mengorbankan fungsionalitas inti.
Pertanyaan seperti "Apakah Samsung Galaxy Tab A9 Plus layak beli untuk harian?" kini semakin sering muncul mengingat persaingan gadget yang kian ketat. Berdasarkan spesifikasi teknis dan pengujian fitur yang dibawanya, tablet ini memiliki kombinasi daya tarik serta kompromi yang wajib Anda pahami secara mendalam.
Langkah awal yang membuat gawai ini menarik perhatian adalah eksekusi desain fisiknya. Samsung membalut perangkat ini dengan bodi berketebalan hanya 6,9 mm, memberikan sensasi genggam yang terkesan cukup berkelas untuk kelas harganya.
Bobotnya berada di angka 480 gram untuk varian WiFi serta 491 gram untuk varian 5G, sebuah bobot yang tergolong standar dan cukup nyaman saat dibawa bepergian. Penggunaan material yang kokoh di bagian punggungnya membuat perangkat ini tidak terasa ringkih.
Layar 90 Hz yang Memanjakan Mata
Di sektor visual, perangkat ini mengusung panel PLS LCD berukuran 11 inci dengan resolusi 1200 x 1920 piksel. Ukuran ini jauh lebih lapang jika dibandingkan dengan saudaranya, Galaxy Tab A9 standar, yang menggunakan layar 10,5 inci berresolusi 2000 x 1200 piksel.
Keunggulan utama panel ini terletak pada dukungan refresh rate 90 Hz. Pergerakan antarmuka, navigasi menu, hingga aktivitas scrolling dokumen terasa jauh lebih mulus ketimbang panel standar 60 Hz pada tablet murah umumnya.
Audio Quad Speaker yang Menggelegar
Sektor multimedia disempurnakan lewat hadirnya empat buah pengeras suara (quad speaker) yang sudah mendukung teknologi Dolby Atmos. Suara yang dihasilkan tergolong lantang, jernih, dan memiliki separasi stereo yang sangat jelas saat digunakan menonton film.
Performa Snapdragon 695 dan Dukungan Fitur Produktivitas
Dapur pacu perangkat ini ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 695 berarsitektur 6 nm. Chipset ini memiliki konfigurasi CPU octa-core berupa 2x Cortex-A78 berkecepatan 2,2 GHz dan 6x Cortex-A55, serta didukung pengolah grafis Adreno 619 berkecepatan 950 MHz.
Performa Snapdragon 695 ini menawarkan lompatan besar dibanding MediaTek Helio G99 yang tertanam pada Galaxy Tab A9 versi standar. Aktivitas harian hingga pengolahan grafis tingkat menengah dapat dijalankan tanpa kendala berarti.
Fitur Samsung DeX untuk Multitasking ala PC
Salah satu alasan terbesar mengapa tablet ini banyak dilirik adalah hadirnya fitur Samsung DeX. Kehadiran DeX di seri Tab A merupakan sebuah gebrakan menarik dari sang produsen asal Korea Selatan.
Melalui antarmuka Samsung DeX, tampilan layar akan berubah menyerupai desktop komputer lengkap dengan taskbar serta jendela aplikasi yang bisa diatur ukurannya. Saat disambungkan dengan keyboard dan mouse Bluetooth, gawai ini langsung berubah fungsi menjadi tablet murah bisa ganti laptop ringan untuk kebutuhan pengetikan dokumen maupun pengolahan email.
Kapasitas RAM dan Penyimpanan yang Cukup
Perangkat ini dipasarkan dalam beberapa konfigurasi memori. Varian terendah dibekali RAM 4 GB dengan penyimpanan internal 64 GB, sementara varian yang lebih tinggi mengusung RAM 8 GB dengan penyimpanan internal 128 GB.
Perbandingan Spesifikasi dan Variasi Harga
Sebelum memutuskan untuk meminangnya, ada baiknya Anda mencermati perbandingan spesifikasi serta varian harga rilis resmi yang ditawarkan untuk jajaran seri ini.
| Model | Layar | Chipset | RAM / ROM | Harga Rilis (WiFi) | Harga Rilis (LTE / 5G) |
|---|---|---|---|---|---|
| Galaxy Tab A9 | 10.5 inci 60Hz | MediaTek Helio G99 | 4 GB / 64 GB | Rp2.300.000 | Rp2.800.000 |
| Galaxy Tab A9 Plus (4/64) | 11.0 inci 90Hz | Qualcomm Snapdragon 695 | 4 GB / 64 GB | Rp3.300.000 | Rp3.800.000 |
| Galaxy Tab A9 Plus (8/128) | 11.0 inci 90Hz | Qualcomm Snapdragon 695 | 8 GB / 128 GB | – | Rp4.500.000 |
Melihat data tabel di atas, perbedaan harga Samsung Galaxy Tab A9 Plus yang lebih tinggi dibanding versi reguler berbanding lurus dengan peningkatan spesifikasi layar dan chipset yang jauh lebih bertenaga.
Sisi Kekurangan yang Wajib Dipertimbangkan
Tidak ada perangkat elektronik yang sempurna, dan kompromi mendasar pada tablet ini terletak pada sektor pengisian daya serta teknologi panel layar yang digunakannya.
Samsung Galaxy Tab A9 Plus adalah tablet serba bisa yang terjangkau, namun pengisian dayanya yang sangat lambat butuh ekstra kesabaran dari penggunanya.
Pengisian Daya 15W yang Sangat Lambat
Perangkat ini disokong oleh baterai Li-Po berkapasitas 7040 mAh. Kapasitas ini memang menjadikannya tablet dengan baterai tahan lama dan layar besar untuk kebutuhan hiburan seharian.
Sayangnya, Samsung hanya menyematkan dukungan pengisian daya maksimal 15W. Untuk mengisi daya baterai berkapasitas 7040 mAh dari posisi kosong hingga penuh, Anda membutuhkan waktu pengisian lebih dari 3 jam penuh, sebuah durasi yang terasa sangat menjengkelkan di era modern ini.
Panel PLS LCD dengan Kontras Terbatas
Meskipun sudah mendukung refresh rate 90 Hz, panel layar yang digunakan masih berteknologi PLS LCD, bukan Super AMOLED. Tingkat kehitaman dan kontras warna yang dihasilkan jelas tidak sedalam layar AMOLED khas ponsel flagship Samsung.
Ketiadaan Sensor Pemindai Sidik Jari
Kekurangan lain yang cukup mengganggu kenyamanan penggunaan harian adalah ketiadaan sensor pemindai sidik jari (fingerprint scanner). Pengguna terpaksa mengandalkan kata sandi, PIN, atau fitur pengenal wajah (face unlock) berbasis kamera depan yang kurang aman di kondisi minim cahaya.
Rekomendasi dan Penilaian Akhir
Sektor performa yang dipersenjatai Snapdragon 695, layar 11 inci 90 Hz, serta integrasi fitur Samsung DeX menjadikan perangkat ini pilihan yang sangat kompetitif di rentang harga Rp3 jutaan hingga Rp4 jutaan.
Varian RAM 8 GB dan memori 128 GB dengan konektivitas 5G adalah opsi paling ideal jika Anda mencari Samsung Galaxy Tab A9 Plus untuk kerja harian maupun tugas sekolah. Memilih varian 8 GB akan memberikan keleluasaan multitasking yang jauh lebih mulus saat menggunakan antarmuka DeX.
Bagi Anda yang membutuhkan gawai multimedia serba ada dengan audio mantap dan fleksibilitas kerja ala komputer tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, tablet ini tetap menjadi salah satu opsi terbaik yang sangat rasional untuk dibeli saat ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow